Kamis, 23 September 2010

sambungan bab 4 juga


5.  Devosi (pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, fikiran bahkan jiwanya atau nyawanya) untuk mencapai tujuan.
Pada saat  pre test skor rata-rata indikator 5 adalah 8,1 Ini artinya kemampuan dalam mengikuti pelajaran yang masih kurang, dan belum adanya Minat belajar terhadap materi yang telah diajarkan. Namun setelah diadakan bimbingan kelompok maka hasil skor rata-rata post test indikator 5 adalah 13 ini berarti terjadi peningkatan  sebesar 4,9 point. Artinya siswa telah memiliki kemampuan dalam mengikuti pelajaran dan sudah mempunyai minat belajar terhadap materi yang telah diajarkan.
Untuk lebih memperjelas peningkatan motivasi belajar indikator 5 maka lihat tabel di bawah ini.

6. Tingkatan aspirasinya (maksud, rencana, cita-cita, sasaran atau target dan idolanya) yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan.
Pada saat  pre test skor rata-rata indikator 6 adalah 8,3. Ini artinya siswa belum memiliki rasa ingin tahu terhadap materi yang disampaikan, dan belum  bersikap kritis untuk bertanya terhadap materi yang disampaikan. Namun setelah diadakan bimbingan kelompok maka hasil skor rata-rata post test indikator 6 adalah 19 ini berarti terjadi peningkatan  sebesar 10,7 point. Artinya siswa telah memiliki rasa ingin tahu terhadap materi yang disampaikan, dan mulai bersikap kritis untuk bertanya terhadap materi yang disampaikan.
Untuk lebih memperjelas peningkatan motivasi belajar indikator 6 maka lihat tabel di bawah ini.
 
 
7.      Tingkatan kualifikasi prestasi atau produk atau output yang dicapai dari kegiatannya (berapa banyak, memadai atau tidak, memuaskan atau tidak)
Pada saat  pre test skor rata-rata indikator 7 adalah 8,3. Ini artinya siswa belum memiliki sikap untuk cepat menyelesaikan tugas pelajaran dengan baik serta siswa masih kurang untuk  memperbaiki prestasi yang diperoleh dari kegiatan belajar. Namun setelah diadakan bimbingan kelompok maka hasil skor rata-rata post test indikator 7  adalah 16 ini berarti terjadi peningkatan  sebesar 7,7 point. Artinya siswa telah memiliki sikap untuk cepat menyelesaikan tugas pelajaran dengan baik serta siswa mau untuk  memperbaiki prestasi yang diperoleh dari kegiatan belajar.
Untuk lebih memperjelas peningkatan motivasi belajar indikator 7 maka lihat tabel di bawah ini.

 
8. Arah, sikapnya terhadap sasaran kegiatan

Pada saat  pre test skor rata-rata indikator 8 adalah 4,3. Ini artinya siswa masih kurang dalam menentukan tindakan yang dilakukan untuk menentukan sikap untuk tujuan belajar. Namun setelah diadakan bimbingan kelompok maka hasil skor rata-rata post test indikator 8  adalah 8,3 ini berarti terjadi peningkatan  sebesar 4 point.  Artinya siswa telah bisa menentukan tindakan yang dilakukan untuk menentukan sikap untuk tujuan belajar.
Untuk lebih memperjelas peningkatan motivasi belajar indikator 8 maka lihat tabel di bawah ini.




Dalam penelitian ini peningkatan yang terjadi karena dipengaruhi oleh faktor keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan bimbingan kelompok serta kemampuan pemimpin kelompok dalam menggunakan teknik bimbingan kelompok. Hidupnya suasana kelompok yang nyaman, dinamika kelompok yang aktif dan para anggota kelompok yang antusias untuk berargumen dalam membahas topik bahasan. Sehingga dengan mereka aktif membahas topik maka siswa terdorong untuk belajar memahami materi.
Pada kegiatan bimbingan kelompok anggota kelompok antusias dalam membahas topik bahasan/tema. Adapun tema yang dibahas pada pertemuan pertama adalah topik tugas tentang bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa, pada pertemuan kedua masih membahas topik tugas tentang bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri siswa, dan pertemuan ketiga adalah topik bebas, dimana anggota sepakat untuk membahas masalah free sex. 
Pada saat pelaksanaan bimbingan kelompok anggota kelompok berlatih untuk membahas permasalahan-permasalahan yang ada pada topik bahasan dengan menggunakan teknik problem solving. Siswa berusaha untuk  menemukan jalan pemecahannya/solusi. Sehingga siwa terpacu untuk banyak belajar, membaca, bertanya, dan berpendapat. Pada akhirnya diharapkan siswa sadar akan pentingnya belajar.
   Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok”. Artinya, semua peserta dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain-lain sebagainya; apa yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang bersangkutan sendiri dan untuk peserta lainnya (Prayitno, 1995: 178).
Tujuan bimbingan kelompok adalah menambah wawasan, dari yang belum tahu menjadi tahu dan dari yang sudah tahu menjadi lebih tahu, (2) membentuk dan mengembangkan sikap sosial moral antara sesama anggota kelompok, seperti saling menghargai pendapat masing-masing anggota dan saling menerima sesama anggota apa adanya, (3) melatih siswa untuk berkomunikasi,  (4) memberikan semacam motivasi bagi para anggota bimbingan kelompok untuk berani mengemukakan pendapatnya di depan orang banyak, atau dengan kata lain memberikan keterampilan bagi para anggota kelompok untuk berani berbicara di depan umum.
Jadi bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok yaitu adanya interaksi saling mengeluarkan pendapat, memberikan tanggapan, saran, dan sebagainya, dimana pemimpin kelompok menyediakan informasi-informasi yang bermanfaat agar dapat membantu individu mencapai perkembangan yang optimal. Dengan adanya kegiatan layanan bimbingan kelompok ini maka diharapkan siswa termotivasi untuk belajar dan dapat mempertinggi prestasi belajarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar